Pagi itu, Maya terbangun dengan rasa bingung. Jam menunjukkan pukul 6 pagi, tetapi dia merasa baru tidur beberapa jam yang lalu. Lantai kamar tidur terasa dingin, dan suasana sepi, hanya terdengar desiran angin dari celah-celah jendela. Ketika ia menoleh ke samping tempat tidurnya, ada sebuah benda kecil di atas meja samping tempat tidur yang tidak dikenalnya—sebuah buku hitam dengan sampul kulit yang kusam.
Maya merasa aneh karena dia pasti tidak meletakkan buku itu di sana. Dengan rasa penasaran yang menggerogoti, dia membuka buku itu perlahan. Halaman pertama penuh dengan tulisan tangan yang sangat rapat dan kacau. Semakin dia membaca, semakin jelas bahwa ini bukanlah buku biasa—tulisan itu mengisahkan kejadian-kejadian aneh yang sepertinya belum terjadi, namun dengan detail yang sangat tepat, bahkan hingga hal-hal terkecil dalam hidupnya.
Ada satu bagian yang menarik perhatian Maya. Di halaman terakhir buku itu, ada sebuah kalimat yang tampak seperti peringatan:
"Jika kamu membaca ini, kamu telah terpilih untuk mengakhiri ritual. Kamu tidak bisa berhenti membaca. Jangan menoleh ke belakang."
Rasa takut mulai merayap dalam diri Maya, tetapi penasaran membuatnya terus membaca. Halaman demi halaman ia terbalikkan, dan setiap kejadian yang tertulis di buku itu seolah terjadi di kehidupan nyata—tahapan demi tahapan, detail-detail yang terjadi dalam hidupnya, bahkan percakapan yang baru saja terjadi dengan teman-temannya.
Namun, ada satu bagian yang menakutkan. Di halaman yang hampir terakhir, tertera tulisan:
"Setelah kamu sampai di halaman ini, tidak ada lagi yang bisa mengubah takdir. Kamu akan menemui mereka di malam hari."
Maya terhenti. Ketika dia membaca kalimat itu, tiba-tiba dia merasa ada sesuatu yang bergerak di sudut matanya, di dalam bayang-bayang kamar yang gelap. Perlahan, dia menoleh, dan matanya tertumbuk pada bayangan gelap di pojok ruangan. Sebuah sosok tinggi berdiri di sana, tidak bergerak, hanya menatapnya dengan mata yang tak terlihat.
Rasa dingin menyelimuti tubuh Maya. Lalu, suara berbisik datang dari belakangnya, terdengar sangat jelas, seakan berada tepat di telinganya.
"Kami sudah menunggumu."
Dengan panik, Maya berlari keluar kamar, namun buku hitam itu mengikuti jejak langkahnya, seolah terbang menuju tangan Maya tanpa bisa dihentikan. Dia merasa terjepit oleh sesuatu yang tak terlihat. Suara bisikan semakin keras dan semakin banyak. Sosok-sosok bayangan mulai muncul di seluruh sudut ruangan, bergerak perlahan menuju tubuhnya.
Maya ingin berteriak, tetapi tak ada suara yang keluar dari tenggorokannya. Rasa takut membuatnya hampir tak bisa bernapas. Dia terjatuh, dan buku itu jatuh terbuka di lantai, menampilkan halaman terakhir yang belum sempat ia baca.
Tertulis dengan jelas:
"Selamat datang di akhir cerita. Kami akan menuntut bayaran."
Dalam sekejap, ruangannya menjadi gelap total, dan suara langkah kaki yang berat terdengar mendekat. Maya merasakan dirinya ditarik oleh kekuatan yang tak terlihat, dan tak lama kemudian, tubuhnya menghilang dari dunia nyata.
Esok hari, ketika seorang teman Maya datang berkunjung, dia hanya menemukan buku hitam itu di atas meja samping tempat tidur—dan tidak ada jejak keberadaan Maya.
Buku itu kini kembali menunggu, siap untuk diterima oleh orang berikutnya yang terpilih.
0 comments:
Posting Komentar